Sunday, 2 October 2016

Friends-shit x the Crush

Sunday, 2 October 2016
FRIENDS-SHIT! Do u know what I mean?
Saya sengaja nulisnya bukan FRIENDSHIP.

Yep! Apa kamu bisa bayangin bagaimana rasanya saat seorang yang kamu anggap teman dekat atau sahabat mengkhianati kamu dan tepat kejadiannya bareng dengan seorang yang sudah kamu nobatkan jadi gebetan -sebelum kamu resmi pacaran- malah jadian sama orang lain? It's soooo hurt banget kan? Wait. It's double-hurt 💔

And then,,, apa yang akan kamu lakukan? Nangis dipojokan atau nangis di bawah derasnya hujan ala-ala FTV? Atau iris-iris nadi bak mengiris bawang? Atau mungkin minum racun serangga? Mhhh mungkin shower-an biar lebih drama? Ah, it's up to u. Whatevah!
But seriusly mending gak usah gitu-gituan deh. Gak ada faedahnya sama sekali.

That momentMoment saat saya dilanda insiden itu. Rasanya saya pengin banget pergi ke Pixie Hollow bertemu Tinker Bell bersama peri-peri lain yang gak kalah unch.

Karena itu, saya sekarang lebih berhati-hati dalam mencari teman. Terutama teman yang bisa untuk di jadikan teman dekat. Tapi perlu di catet ya, bukan berarti saya memilih-milih dalam berteman. Saya berteman dengan siapa saja. Kecuali Keluarga. Keluarga engga bisa berteman dengan saya karena menurut saya keluarga itu adalah Harta Yang Paling Berharga. Do u know what I mean? Yep! Great.

And you must know, insiden saya dengan teman dekat saya ini gak ada sangkut pautnya dengan gebetan saya. Dalam artian, gebetan saya bukan jadian sama sahabat saya, as know as DI TIKUNG!

Yep! Salah satu problematika saya, problematika yang selalu membuat saya lebih banyak merenung. Kenapa saya dilahirkan untuk jadi seorang pengecut, seorang yang tidak terlalu berani dalam mengutarakan perasaan. Tidak sama halnya dengan jejaka-jejaka sebaya yang gampang sekali melakukan itu.
Why? Why? Why?

Tiba-tiba saat doi (gebetan gue) udah resmi gak single lagi. Uh-oh. Rasanya saya ingin menggelar konser akbar dan menyanyikan lagu-lagu mellow penuh dengan sendu syahdan.
Lumayan uang penjualan tiketnya. Itupun kalau ada yang mau beli tiket dan nonton konster tersebut.

Harusnya sesosok temen deket tersebut hadir disaat jleb-moment seperti itu. Ini mah boro-boro, yang ada malah ikut-ikutan memporak porandakan keadaan.

Jalan terakhir yang harus saya tempuh yaitu mendaki gunung dan melewati lembah-lembah hingga saya terjatuh lalu pingsan-macho yang dibubuhi dengan kegalauan gunah gulana.

So, sodara-sodara.. marilah kita doakan agar si jejaka unch ini diberi kekuatan dalam menghadapi segala beban hidupnya.
Marilah kita menundukan kepala sejenak dan turut menyanyikan lagu Munajat Cinta.
Begitulah...

Cukup, sekian dan .....
#TRIMSTRIMS yaa 😬😬

Thursday, 29 September 2016

Seminggu itu Tujuh Hari

Thursday, 29 September 2016

Kisah ini saya awali dengan mengumpulkan beberapa energi untuk membuka tameng-tameng syak wangsaka yang menghalangi keberanian saya selama ini.

Honestly saya bukan type orang yang berani menceritakan semua hal. Apalagi menceritakan kisah roman asmara. Karena kisah asmara yang saya alami kebanyakan  hanyalah ingin menjunjung akreditasi diri yang terlalu mementingan status, supaya pas ditanya tentang yang berbau-bau pacar saya bisa menjawab kalo "saya ini bukan jomblo!". Uh, that's a shame! 😌😁

Dari beberapa kisah jeratan asmara yang pernah mengelabui saya, saya lebih tertarik untuk menakrifkan kisah roman percintaan saya yang hanya bersikukuh dalam tujuh hari. Kisah ini terjadi waktu saya masih belia, penuh dengan tipu daya! So, beginilah akhirnya. 😝😝

Well, itu emang relationship yang singkat. Saya juga sekarang suka buncah, itu relationship atau relation-shit? Wkwkwk 😅
And do u know? Hubungan saya saat itu sama sekali tidak terbubuhi ke-romantis-an layaknya khalifah-khalifah bumi yang serius menjalin sebuah hubungan. 💕

Semua terjadi begitu saja setelah saya mengungkapkan pemikiran yang sesungguhnya 😳 (jadi, waktu itu memang bukan perasaan yang menghampiri gue. Tapi lebih ke pemikiran gitu wkwkwk. Dan gue juga yakin waktu itu doi juga punya pikiran yang sama bukan perasaan. / Nah, loh? Pemikirannya sama. Jangan-jangan jodoh 😁).


Waktu itu hari sabtu. Dan tepat pada hari sabtu di minggu berikutnya officially saya nge-bhay-bhay-baby doi. 💔💔

Tidak ada masalah 😊. Tidak ada cerita sendu yang mendayu-dayu yang bikin muka jadi kuyu dan mood haru-biru. Like or not, kita fine-fine saja. Tidak ada dendam dan saling benci.
Kamu mau bilang saya tidak senonoh? Silahkan 😅😅

Sebelumnya....

Ritual rutin yang wajib banget tiap malem dilakuin selama pacaran, tiap jam 8 malem kita teleponan sampe telepon tersebut terputus dengan sendirinya. Padahal ngomonginnya tentang itu-itu doang. Kadang diem-dieman. Ah, saya merasa tiba-tiba saya seperti wartawan -Doi kalo di tanya ngomong, gak di tanya diem (lo itu kayak beduk, di pukul baru ngeluarin suara!) 😤

Semua berbeda setelah telepon tersebut terputus. Di SMS doi lebih banyak ngomong. I don't know, apa yang sebenarnya terjadi. 😨

Pacaran saat itu bisa di sebut cukup happy 😬😬. Disekolah bisa bareng-bareng walaupun tidak banyak ngobrol. Sangat amat berbeda sebelum kita terikat ikatan super aneh ini. Kita lebih bebas bercengkrama. 😜

Uhuk!

Tidak ada yang perlu di persalahkan dari relationship yang gagal goals tersebut karena waktu itu saya memang masih belia, masih penuh dengan tipu daya. 😝
Yang harus di permasalahkan, bagaimana saya menyusun kata-kata penutup untuk artikel ini? Saya selalu kesusahan. Amagak!!! 😱😱

#TRIMSTRIMS

Wednesday, 14 September 2016

#BegituKatanya

Wednesday, 14 September 2016
...
Bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama, yang datang pertama atau yang paling perhatian.
Tapi tentang siapa yang datang dan tidak pergi.

- anon.

Tuesday, 28 June 2016

Abbey 20.0 Present

Tuesday, 28 June 2016
Demi apaaa?
Ini benar-benar nyata adanya.
Saya juga tidak menyangka.
Ternyata ini bukanlah fatamorgana.

Jam 00.00 telah tiba.
Waktu berubah dengan sendirinya.
Saat saya iseng-iseng mencoba.
Dengan harapan yang begitu besar melanda.

Dan.. Apa yang saya harapkan,
Ternyata jadi kenyataan.
Semua berjalan hampir seperti dengan yang saya inginkan.

Terimakasih, Tuhan.
Engkau yang Maha Tahu atas apa yang saya adukan.
Enkau tahu apa yang saya ingin dan yang saya butuhkan.

Sekarang, umur saya sudah bukan lagi belasan.
Ternyata Tuhan masih mengijinkan saya
ABBEY'S SPACE | by Baihaki Ahm © 2014