Thursday, 29 September 2016

Seminggu itu Tujuh Hari

Thursday, 29 September 2016

Kisah ini saya awali dengan mengumpulkan beberapa energi untuk membuka tameng-tameng syak wangsaka yang menghalangi keberanian saya selama ini.

Honestly saya bukan type orang yang berani menceritakan semua hal. Apalagi menceritakan kisah roman asmara. Karena kisah asmara yang saya alami kebanyakan  hanyalah ingin menjunjung akreditasi diri yang terlalu mementingan status, supaya pas ditanya tentang yang berbau-bau pacar saya bisa menjawab kalo "saya ini bukan jomblo!". Uh, that's a shame! 😌😁

Dari beberapa kisah jeratan asmara yang pernah mengelabui saya, saya lebih tertarik untuk menakrifkan kisah roman percintaan saya yang hanya bersikukuh dalam tujuh hari. Kisah ini terjadi waktu saya masih belia, penuh dengan tipu daya! So, beginilah akhirnya. 😝😝

Well, itu emang relationship yang singkat. Saya juga sekarang suka buncah, itu relationship atau relation-shit? Wkwkwk 😅
And do u know? Hubungan saya saat itu sama sekali tidak terbubuhi ke-romantis-an layaknya khalifah-khalifah bumi yang serius menjalin sebuah hubungan. 💕

Semua terjadi begitu saja setelah saya mengungkapkan pemikiran yang sesungguhnya 😳 (jadi, waktu itu memang bukan perasaan yang menghampiri gue. Tapi lebih ke pemikiran gitu wkwkwk. Dan gue juga yakin waktu itu doi juga punya pikiran yang sama bukan perasaan. / Nah, loh? Pemikirannya sama. Jangan-jangan jodoh 😁).


Waktu itu hari sabtu. Dan tepat pada hari sabtu di minggu berikutnya officially saya nge-bhay-bhay-baby doi. 💔💔

Tidak ada masalah 😊. Tidak ada cerita sendu yang mendayu-dayu yang bikin muka jadi kuyu dan mood haru-biru. Like or not, kita fine-fine saja. Tidak ada dendam dan saling benci.
Kamu mau bilang saya tidak senonoh? Silahkan 😅😅

Sebelumnya....

Ritual rutin yang wajib banget tiap malem dilakuin selama pacaran, tiap jam 8 malem kita teleponan sampe telepon tersebut terputus dengan sendirinya. Padahal ngomonginnya tentang itu-itu doang. Kadang diem-dieman. Ah, saya merasa tiba-tiba saya seperti wartawan -Doi kalo di tanya ngomong, gak di tanya diem (lo itu kayak beduk, di pukul baru ngeluarin suara!) 😤

Semua berbeda setelah telepon tersebut terputus. Di SMS doi lebih banyak ngomong. I don't know, apa yang sebenarnya terjadi. 😨

Pacaran saat itu bisa di sebut cukup happy 😬😬. Disekolah bisa bareng-bareng walaupun tidak banyak ngobrol. Sangat amat berbeda sebelum kita terikat ikatan super aneh ini. Kita lebih bebas bercengkrama. 😜

Uhuk!

Tidak ada yang perlu di persalahkan dari relationship yang gagal goals tersebut karena waktu itu saya memang masih belia, masih penuh dengan tipu daya. 😝
Yang harus di permasalahkan, bagaimana saya menyusun kata-kata penutup untuk artikel ini? Saya selalu kesusahan. Amagak!!! 😱😱

#TRIMSTRIMS

No comments:

Post a Comment

ABBEY'S SPACE | by Baihaki Ahm © 2014